Salatiga – Sebagai langkah konstruktif dalam menjalankan pendidikan merdeka belajar, seorang guru diharapkan mampu memberikan keleluasaan terhadap anak didiknya untuk melihat sebuah permasalahan dari sudut pandang yang berbeda.

“Pagi ini saya bisa bertemu dengan Bapak Ibu Guru tentang penajaman penerapan kurikulum merdeka. Dan mereka dalam hal ini bisa merefresh atau merecharge dengan menghadirkan narasumber yang kompeten sehingga kita bisa mengupgrade setiap kondisi yang kekinian, mungkin barang kali tidak tektual saja akan tetapi pada kontekstual. Hal ini akan seperti bola yang terus bergulir kepada bapak ibu guru dalam konteks belajar merdeka yang akan memberikan keleluasaan, sudut pandang dari murid terhadap substansi dengan devinisi yang berbeda tanpa kehilangan rohnya atau value dari definisi materi yang ada,”kata Sinoeng usai memberikan motivasi kepada 160 Guru SD di Kota Salatiga dalam Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka, di Ruang Kaloka Kota Salatiga, Jumat (10/02/2023).

Dan dinamika itulah, Menurut Sinoeng dalam proses penyesuaian untuk segera dilakukan. Selain itu, ada beberapa kisah yang inspiratif yang bisa kita petik dari dalam pertemuan ini dan bertukar dengan sekolah lain. “Saya ingin mengajak kepada Bapak Ibu Guru untuk membuka penggalih atau mindsetnya, pola pikirnya bahwa inspirasi itu bisa datang dari peserta didik/murid. Dalam konteks itu, maka komunikasi adalah kata kunci, dan dalam pembelajaran ini akan dihadirkan beberapa pengajar dari pihak lain yang bisa menjadi penyeimbang sebagai praktisi selain diberikan secara teori,”pungkasnya.

By Rudi