Salatiga – 407 bidang/sertipikat aset milik Pemerintah Kota Salatiga telah selesai dan diterima oleh Penjabat(Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi dari Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Salatiga, Mulyanto di Halaman Pemkot Salatiga, Senin (09/01/2023).
Sertipikat aset milik Pemerintah Kota Salatiga tersebut telah diselesaikan sejak Bulan Juni – Desember 2022. Sinoeng menyambut baik hal tersebut karena semua harus sesuai dengan aturan, tertib dan dicatat secara resmi.
”Secara proaktif telah menindaklanjuti dari Korsugah KPK RI terkait dengan identifikasi soal sertifikat aset milik Pemkot, tentu saja ini menjadi sesuatu yang sangat membanggakan. Pensertifikatan akan kita lakukan terus untuk meningkatkan efektifitas dalam tata kelola barang milik negara, bukan tertib secara fisik saja, melainkan secara administrasi dan hukum. Karena dengan aset itulah kita akan siapkan pencatatan secara resmi,”kata Sinoeng
Dirinya juga menyerahkan piagam perhargaan kepada sejumlah pejabat yang telah menyelesaikan pelaporan tercepat Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).
“Saya ucapkan terima kasih kepada para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator yang menerima penghargaan sebagai pelapor tercepat Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). Ini menunjukkan komitmen yang luar biasa, tekad yang ngedab-ngedapi,” tandasnya.
Dalam kesempatan ini, Sinoeng juga menyerahkan bantuan tanaman Aglonema kepada kelompok tani Ngremboko Noborejo lewat Dispangtan Kota Salatiga. Bantuan ini sebagai sebagai awal atau inisiasi Kampung Aglonema di Kelurahan Noborejo, yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kedepannya.
“Sebanyak 625 bibit tanaman Aglonema senilai Rp 90.500.000,00 semoga bermanfaat, tumbuh dan berkembang dengan baik(ngrembaka), selaras dengan nama Kelompok Tani yang menerima bantuan bibit aglonema. Pemangku wilayah yang ada di wilayah Kelurahan Noborejo dan Kecamatan Argomulyo untuk ikut mengawal program Kampung Aglonema. Gerakkan dan kolaborasikan dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat, libatkan LPMK, PKK, Karang Taruna, maupun lembaga lain untuk mem-branding Kampung Aglonema,”ujar Sinoeng. Pj. Wali Kota selalu mengingatkan bahwa kedepan untuk kampung binaan tersebut agar dapat saling berkolaborasi, sehingga dapat tumbuh dan berkembang bersama.



