Salatiga – Sebagai upaya untuk meningkatkan optimalisasi BUMD Salatiga, Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani mengintruksikan agar setiap BUMD (PDAM, PDAU dan Bank Salatiga) bisa menggali potensi yang ada dan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini disampaikannya pada Rapat Pengembangan Usaha BUMD di Ruang Rapat Angkringan Banyoe, Rabu (17/01/2024).
Dalam kesempatan ini, Yasip mengatakan bahwa keberadaan dari BUMD ini harus bisa memanfaatkan potensi yang ada untuk terus digali.
“Untuk Bank Salatiga, bikin terobosan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, tingkatkan terus keberadaan Bank Salatiga melalui aplikasi mobile, misalnya di pasar-pasar. Kemudian bisa kerjasama dengan perbankan lain yang lebih besar. Untuk Dewan Pengawas (Dewas) juga saya harapkan untuk terus mengawal dan memberikan masukan ke jajaran Bank Salatiga,” tegas Yasip.
Sementara untuk PDAU, Yasip mengatakan bahwa diperlukan ekstensifikasi terhadap terobosan-terbosan potensi yang ada, disamping sudah mengelola SPBU, pertokoan dan perbengkelan.
“Terima kasih pihak PDAU, Alhamdulillah juga sudah semakin baik dan berkembang juga. Aset miliknya Pemkot yang belum digunakan bisa digunakan atau disewakan. Itu jauh lebih sederhana. Sehingga semakin banyak orang yang berkunjung ke Salatiga, dan sehingga mau nginep di Salatiga. Selanjutnya saya tertarik dengan outsourchingnya, coba jangan hanya untuk kebersihan dan keamanan saja, melainkan coba untuk hal lain yakni memetakan potensi yang ada di Salatiga misalnya reseption, kasir, spg, room boy. Ini peluang besar yang masih bisa kita gali. Diharapkan PDAU memiliki usaha sekitar 15 usaha dengan kerjasama dengan kecamatan atau kelurahan,”jelasnya.
Yasip juga berencana akan membuat rumah kemas bagi produk produk UMKM yang ada di Salatiga.
“Kita juga akan buat rumah kemas, sehingga barang dari UMKM bisa kita bawa ke rumah pengepakan. Kita packing, kita salurkan dan kita jual ke distributor luar kota, seperti mall setelah diberi label,” tambah Yasip.
Selain itu, PDAU harus bisa membuat berbagai terobosan mengenai kuliner khas di Salatiga agar bisa lebih aman dan dikirim ke luar kota.
“Kita bisa tidak membuat tumpang koyor, salah satu kuliner dari Salatiga yang siap saji dan dikirim ke Jakarta. Hal ini harus mulai dipikirkan, karena menjadi alternatif pemasaran. Sehingga bisa dibawa kemana-mana karena instan,”harapnya.
Hal yang sama disampaikan Yasip untuk BUMD PDAM SAlatiga, meskipun perkembangan omset PDAM terus naik, namun diharapkan potensi yang potensial yang masih ada untuk bisa ditarik dan digali bersama-sama.
“Kita harus melihat potensi maksimal pemanfaatan air rumah tangga. Coba bikin pengelolaan Pamsimnas, dimana di daerah tersebut memiliki sumber air melimpah. Kemudian menjual jasa pengelolaan, melayani pembayarannya dan operatornya. Gali potensi yang ada, sehingga semakin variatif dan bermanfaat,”pungkas Yasip. (Rudy)
