Salatiga –  Industri kecil yang ada di Kota Salatiga harus mendapatkan perhatian tersendiri. Hal ini penting, karena potensi kreatif yang ada di masyarakat akan menumbuhkan ekonomi kreatif dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Salatiga, Yuliyanto saat membuka Forum  Konsultasi Publik mengenai Evaluasi Potensi Sentra Industri di Kota Salatiga di Hotel Laras Asri Kota Salatiga, Kamis (19/05/2022). Menurutnya, industri yang ada di Kota Salatiga khususnya industri kecil selama pandemi  banyak tumbuh. Sebagai contoh Naruna dan Kampung Singkong yang berkembang pesat dan menghasilkan omset sampai Milyaran Rupiah.

“Ini luar biasa karena hal yang sepele tidak boleh disepelekan. Karena mereka memiliki nilai pengungkit ekonomi di Salatiga. Mudah mudahan, kegiatan konsultasi publik ini bermanfaat, dan bisa menyalurkan aspirasi, ide kreatif untuk mengembangkan industri kecil di Salatiga,”kata Yuliyanto.

Wali Kota menambahkan bahkan di beberapa kelurahan dirinya sudah menempatkan lurah yang muda untuk mengembangkan potensi yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan hal yang inovatif dan kreatif.

“Ayo pak Lurah, bu Lurah munculkan inovasi. Buat inovasi di kelurahan masing-masing. Dan alhamdullah hal tersebut dapat tumbuh. Seperti Pasar Tegalan, Sidul menul-menul, Sitalang, kawasan Tegalrejo, Tapak Hapsari di Mangunsari. Potensi ini harus kita rawat dan kawal dengan baik sehingga ekonomi masyarakat akan naik,”tambahnya.

Yuliyanto menegaskan bahwa hal tersebut bisa terwujud karena adanya koordinasi bersama antara dinas, stakeholder dan  masyarakat. Sehingga bisa tumbuh dengan baik dan memuculkan berbagai  destinasi wisata baru dan kreatifitas masyarakat bisa tumbuh.

“Dan ini tentunya merupakan kelebihan dari masyarakat Salatiga karena memiliki sumber daya manusia yang tinggi dan bisa berkoodinasi dengan baik di semua lini. Hal ini terbukti dari IPM kota Salatiga tertinggi di Jawa Tengah dan masuk nomor 7 se-Indonesia,”pungkasnya. Kegiatan Forum Konsultasi Publik ini diikuti oleh 45 peserta dari perwakilan dinas terkait, camat, perguruan tinggi, kamar dagang dan industri, para pelaku industri kecil dan menengah.

By Rudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *