Salatiga- Wajah bahagia tampak terpancar dari Anak Benedictus Karen Bramasta. Bocah yang berumur 8 tahun ini mendapatkan kejutan karena didatangi orang nomor satu di Salatiga yaitu Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi dan diberinya sebuah kursi roda.
Benedictus Karen Bramasta merupakan anak kedua dari pasangan ibu Mei Susanti dan Bapak Jhon yang menderita panas saat usianya baru beranjak 11 bulan. Benedictus tinggal bersama keluarga sederhana di jalan Candi Kemiri RT 05 RW 11 Kelurahan Salatiga Kecamatan Sidorejo.
“Kondisi dari awal sudah seperti ini, dulu gara-gara terkena panas. Umur 11 bulan sudah bisa jalan namun beranjak 1 tahun itu sudah tidak mau jalan. Kemudian saya bawa ke rumah sakit, ternyata terkena virus dari lahir tapi baru tahu saat diperiksa di rumah sakit tersebut. Tahunya itu sudah 1 tahun berjalan,” jelas Ibunda Karen, Mei Susanti.
Mei Susanti mengaku senang mendapatkan perhatian dari Wali Kota dan Dinas terkait terhadap anaknya. Karena diakui, bahwa anaknya ini sebagai sumber semangat dan inspirasi dalam menjalankan kehidupan kesehariannya.
“Terima kasih sekali atas perhatian Bapak Pj. Wali Kota dan Dinas Sosial Kota Salatiga terhadap anak kami. Cinta kasih yang diberikan kepada kami semoga bisa bermanfaat. Saya ibu rumah tangga yang sekarang khusus merawat Benedictus,” katanya.
Dirinya justru melihat anak seperti benedictus ini sebagai anak normal seperti biasa. Dan tidak pernah menggangap bahwa anak tersebut berbeda dengan yang lainnya.
“Saya tidak sedih, justru saya tegar karena melihat anak ini seperti anak biasa. Saya juga memperlakukan anak saya seperti anak normal seperti biasa. Jadi dia saya ajak sosialiasasi terus biar dia tahu dunia luar, jadi dirinya tidak kejang,”ujarnya.
Mei juga mengasuh dan memberikan pembelajaran untuk anaknya. Benedictus terus diberi semangat dan dukungan agar semangat dirinya tetap baik dan tidak down.
“Anak ini terus saya dorong, beri semangat. Kedekatan bersama saya terbangun dengan baik. Interaksi dan komunikasi juga inten saya lakukan,”tambahnya.
Menurut Jhon, Bapak dari Benedictus mengaku sangat ikhlas dan terus semangat meskipun melihat kondisi dari anaknya seperti ini.
“Saya hanya bekerja serabutan, kadang menjadi tukang memperbaiki listrik, memperbaiki sanyo, seadanya kerjaan saya kerjakan. Melihat anak seperti ini, saya tidak malu, anak adalah sebuah titipan, maka saya akan merawat anak ini dengan sebaik-baiknya,”jelas Jhon.
Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Salatiga Gati Setiti mengatakan bahwa Benedictus adalah anak hebat yang mempunyai semangat untuk terus belajar dan patuh kepada kedua orang tuanya.
“Pagi ini saya bersama Ibu Mei Susanti dan Bapak Jhon, beliau dengan segala keterbatasannya yang ada. Kami datang disini untuk memberikan sedikit tanda cinta. Mudah-mudahan yang sedikit ini ada manfaatnya. Tidak banyak, hanya sekedar matras, kursi roda, sembako dan vitamin untuk daya tahan tubuh untuk adik Benedictus Karen Bramasta. Inilah bahasa cinta dari Salatiga untuk membantu sesama,”kata Sinoeng sambil menggedong adik Benedictus.
Dirinya juga berpesan kepada Benedictus, kalau setiap malam tidurnya jangan malam-malam agar tubuhnya tidak cepat capek.
“Kalau tidur jangan malam-malam ya, kasihan ibu kan besoknya harus belajar juga,”pesan Sinoeng dengan mencium kening Benedictus. Kemudian Sinoeng juga memberikan hadiah mainan kepada adik Benedictus berupa mobil-mobilan.





