Salatiga – Dengan mengenakan baju adat Madura, Penjabat (Pj) Wali Kota Sinoeng N Rachmadi beserta istri Ny. Denok Respati Sinoeng yang mengenakan baju adat Bali bersama-sama menuju Kantor Wali Kota dengan menggunakan alat transportasi tradisional yakni dokar. Hal ini dalam rangka Hari Jadi ke 1273 Kota Salatiga. Mereka bersama-sama dengan jajaran forkopimda kota Salatiga kemudian mengikuti Upacara Peringatan Hari Jadi di Lapangan Pancasila Kota Salatiga, Senin (24/07/2023).

“Saya menggunakan transportasi umum yakni dokar, semua ASN, BUMD, kantor kementrian dan instansi vertikal yang ada untuk tidak menggunakan mobil dinas kecuali Satpol PP dan Dishub maupun Pemadam Kebakaran.  Yang lain bisa  menggunakan ojek online dan angkot. Kalau tetep ada yang ngeyel, akan kita ingatkan, kalau mengaku warga kota Salatiga ayo guyub bersama-sama, sengkuyung. Harusnya mereka juga malu apabila tidak mentaatinya. Wali Kotanya saja naik dokar. Tadi saya sewa kusir dokar bersama-sama istri dengan biaya masing-masing seratus ribu rupiah,” kata Sinoeng.

Setelah tadi mengadakan upacara Hari jadi ke-1273 Kota Salatiga, Sinoeng mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan keguyuban dari semua pihak yang turut serta.

“Partisipasinya ini agak unik karena semua menggunakan baju adat nusantara, hal ini semakin menunjukkan bahwa kota Salatiga adalah miniatur Indonesia. Generasi muda akan kita dorong untuk memberikan kontribusinya. Apresiasi yang tinggi juga kita sampaikan pada pendahulu kami baik yang sudah wafat maupun yang sudah selesai masa purna baktinya atas dedikasi dan darma baktinya. Karena menjadi satu legesi, seperti Bapak Jhon Manopo, Bapak Totok Mintarto, Bapak Yuliyanto, Bapak Muh Haris, dll dan telah memberikan banyak capaian-capaian yang barang kali tidak mudah bagi kami. Selaku pejabat,  saya punya kewajiban untuk merawatnya dan tidak mudah bagi kami untuk merawat prestasi tersebut,”jelasnya.

Hari Jadi ke 1273 Kota Salatiga tahun 2023 ini, mempunyai tema baru yakni bersatu, tumbuh dan maju. Sinoeng juga memohon maaf kepada seluruh elemen masyarakat apabila selama menjabat, belum mampu memenuhi harapan masyarakat utamanya terkait pelayanan publik. “Tapi dengan keyakinan dengan doa restu, tentu dengan kesengkuyungan dan sinergitas seluruh elementm dengan semangat melayani dan mengayomi masyarakat, hal itu dapat kami pertahankan. Saya juga  pesan kepada seluruh ASN baik di Pemkot, OPD, BUMD, kecamatan dan kelurahan dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga sikapnya. Ojo rumongso biso, ananing kudu biso rumongso. Kita harus rendah hati, insyaallah Tuhan akan semakin banyak memberikan kepada kita,”pungkasnya.

By Rudi