Salatiga- Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi bersama Bunda Literasi, Ny. Denok Respati Sinoeng, Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng, Sapta Hermawati, Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak P, Sekda Kota Salatiga, Wuri Pujiastuti, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan daerah Kota Salatiga, Sri Sarwanti, OJK, bersama jajaran Forkopimda Salatiga menghadiri Kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat Untuk Kesejahteraan di Kota Salatiga, yang digagas Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinpersip Kota Salatiga, di Halaman Dinpersip, Senin (03/07/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Sinoeng mengatakan bahwa kegiatan ini bisa menjadi salah satu pendorong untuk meningkatkan budaya literasi untuk masyarakat Kota Salatiga.

“Kegiatan ini sebagai pemicu dan juga pemacu tentang upaya kita untuk menjadikan literasi sebuah perilaku. Bukan lagi sebuah kebutuhan tapi perilaku, bisa melekat dan bisa menjadi habit yakni membaca menjadi jendela dunia. Oleh karena itu membaca tidak mutlak menjadi eksklusif dan namun menjadi inklusif artinya tidak ada sekat, kemudahan bagi siapapun termasuk penyandang disabilitas,”jelas Sinoeng.

Dirinya mengingatkan, bahwa yang  tidak kalah penting dalam konteks ini adalah memberikan pencerahan terkait hal hal yang menyangkut sosiokultural.

“Tadi ada soal literasi digital sehingga akan mempermudah, kemudian literasi soal disabilitas juga bisa mempermudah. Dan yang menarik disini adalah soal literasi perbankan dan otoritas keuangan. Karena bagaimanapun juga masyarakat secara umum tidak mengalami keterjebakan tentang pinjaman online yang semakin menjerat bagi mereka. Informasi yang diberikan kepada mereka akan lebih mudah, lebih sederhana dan itu bisa diakses oleh semua orang,”tegasnya.

Sinoeng bersama Pemerintah Kota Salatiga akan berupaya untuk terus memberikan dorongan dan semangat untuk meningkatkan literasi mulai dari tingkatan dasar pra-sekolah baik Paud maupun TK.

“Saya akan terus memfasilitasi dan mendorong kemudahan yang sifatnya inklusif dan tidak lagi eksklusif. Sehingga semua pihak bisa mengakses untuk itu. Mungkin belum sempurna tetapi keberpihakan dan itikad baik itu menjadi kunci supaya konsep negara hadir bisa terbukti  dan terwujud,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program pemerintah pusat dan perpustakaan nasional untuk upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan menjadi gerakan nasional.

“Tugas kita untuk menghadirkan bahan bacaan baik cetak maupun digital kepada masyarakat. Dan mendorong masyarakat untuk menggali ilmu pengetahuan agar mereka memiliki kemampuan yang secara mandiri bisa menciptakan lapangan kerja. Makanya kita selalu dampingkan dengan pameran dari transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Penyandang difabel saja bisa membuat kopi, melukis, mengukir, dll dan mempunyai ketrampilan. Hal ini menjadi dorongan untuk kita kedepannya,” ungkap Syarif Bando. Sebagai informasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga, juga melakukan terobosan untuk membangun budaya literasi masyarakat sejak dini melalui Literasi Dini Salatiga (SINISA) yakni perkembangan anak usia dini. Selain itu juga melaunching Cafe Hening yang dikelola Komunitas Sahabat Tuli Salatiga dan Pemakaian apron kepada pengelola Cafe Hening.

By Rudi