Salatiga – Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi membuka Rapat Koordinasi Pokja Pengarustamaan Gender (PUG) Tahun 2023 di Ruang Perencanaan Bappeda Kota Salatiga, Selasa (06/06/2023). Dirinya berpesan agar Pemkot Salatiga dalam hal ini sudah tidak bicara terkait definisi melainkan sudah pada aksi dan evaluasi.
“Hadir dalam kegiatan ini, Ibu Indra Kertati dari Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan (LPPSP) Jawa Tengah soal merefresh kembali, sekaligus mengevaluasi langkah on going process terkait dengan Pengarustamaan Gender(PUG). Dalam tataran ini, Pemerintah Kota Salatiga sudah tidak lagi bicara soal definisi, tapi sudah bicara pada aksi dan evaluasi. Karena alokasi anggaran sudah ada, regulasi sudah ada, aksi sudah dimulai dan sudah sekian lama. Sehingga persoalannya adalah feedback atau soal kebermanfaatannya. Bukan hanya berbicara pada output namun pada outcome dan impact,” kata Sinoeng usai membuka kegiatan tersebut.
PUG bukanlah program kegiatan melainkan strategi pembangunan yang diperlukan untuk memastikan semua lapisan masyarakat bisa terlibat dalam proses pembangunan sehingga bermanfaat. Untuk tahun 2023 sendiri, bersamaan dengan Launching Kegiatan Super Tangguh pada awal tahun 2023. Dari total APBD sebesar Rp978.098.220.600,- sebesar Rp45.861.106.081,- adalah kegiatan yang di PPRG kan yang tersebar di berbagai OPD.
“Saya mengajak, karena ini adalah keterkaitan program dengan super tangguh, penanganan stunting, penanggulangan kemiskinan. Begitu ada evaluasi paruh waktu supaya ada tahapan yang bisa kita lakukan secara cepat. Bukan reaktif tapi antisipatif itu penting, keberpihakan kepada penanganan kekerasan kepada perempuan bukan hanya soal jumlah saja, tapi soal kualitas, bagaimana persoalan kita menangani persoalan kekerasan pada perempuan dan anak,” jelasnya.
Sinoeng menambahkan bahwa evaluasi ini penting dilakukan untuk melihat sampai sejauh mana program tersebut bermanfaat untuk masyarakat.
“Nanti akan ada evaluasi paruh waktu oleh Bappeda, dan akan menjadi bahan laporan bagi kepala daerah, selaku Pj. Wali Kota. Diakhir tahun akan menjadi laporan komprehensif dalam penanganan kemiskinan termasuk Pengarusatamaan Gender (PUG) di akhir tahun anggaran yang akan kita lakukan di awal tahun anggaran 2024. Hal Ini penting karena kita tidak lagi sekedar formalitas angka saja, namun sudah bicara pada impact,”tambah Sinoeng. Sebagai informasi, Anugerah Parahita Ekapraya (APE) merupakan penghargaan sebagai wujud pengakuan atas komitmen dan peran para pimpinan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender dalam pelaksanaan strategi pengarusutaamaan gender (PUG). Penghargaan APE terdiri dari empat kategori dari yang paling dasar, yaitu: Kategori Pratama (pemula), Kategori Madya (pengembangan), Kategori Utama, dan Kategori Mentor. Kota Salatiga menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2019 dan 2020 Kategori Madya (Pengembangan). Harapannya dari kegiatan Penguatan Pokja PUG ini akan mampu meningkatkan hasil evaluasi (Penilaian APE) dari Madya ke Utama.




